30 Nov 2021, 11:00

etiap individu yang normal akan mengalami pertumbuhan dan per kembangan. Hal ini dimulai sejak masih dalam kandungan hingga kelahiran menjadi bayi, kemudian tumbuh berkembang menjadi anak-anak, remaja, dewasa hingga ia mati.

Apa Itu Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Anak

Pertumbuhan anak adalah proses perubahan yang ditandai dengan bertambahnya ukuran fisik dan bentuk tubuh. Pertumbuhan anak dapat dinilai melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Normal tidaknya pengukuran ataupun laju pertumbuhan dapat diketahui melalui standar pengukuran yang tersedia.

Perkembangan anak dapat didefinisikan sebagai proses di mana Si Kecil mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Bisa dikatakan, perkembangan mengacu pada urutan perubahan fisik, bahasa, emosi, dan pemikiran, yang terjadi pada anak sejak lahir hingga awal masa dewasa.

Setiap individu yang normal akan mengalami pertumbuhan dan per kembangan. Hal ini dimulai sejak masih dalam kandungan hingga kelahiran menjadi bayi, kemudian tumbuh berkembang menjadi anak-anak, remaja, dewasa hingga ia mati. Para ahli psikologi perkembangan membagi tahapan periodisasi perkembangan sebagai berikut: 

1. Masa Pra-Natal 

Masa pra-natal dimulai ketika pertemuan antara spermatozoon dengan sel telur yang kemudian berubah menjadi calon manusia. Proses tersebut berlangsung kurang lebih 9 bulan 10 hari atau 42-43 minggu. Para ahli menyebutnya sebagai masa perubahan evolisi janin dalam kandungan. Kondisi janin dalam kandungan sangat rentan terhadap pengaruh ling kungan hidupnya, yakni seberapa jauh ibunya memiliki taraf kesehatan, kebiasaan dan perilaku yang baik atau tidak. Kondisi fisik dan psikologi yang baik akan membuat individu tumbuh berkembang sebagai orang yang sehat. Cerdas dan kompeten. Sebaliknya jika kondisi yang tidak meng untungkan (suami istri penuh konflik, ibu dalam keadaan sakit, memiliki kebiasaan merokok atau narkoba) maka bayi yang dilahirkan memiliki resiko gangguan fisik, gangguan mental atau gangguan perilaku.

2. Masa Bayi dan Anak Tiga Tahun Pertama 

Kohnstam menyebutkan masa ini dengan periode vital yang artinya penting. Jadi, masa bayi dianggap sebagai masa perkembangan yang sangat penting, karena anak mengalami perubahan yang sangat pesat dalam perkembangan jasmani dan rohaninya.4 Setelah dalam kandungan selama kurang lebih 9 bulan 10 hari bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Setelah dilahirkan seorang bayi segera menangis sebagai tanda berfungsinya perasaan dan panca indra dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya yang baru. Kalau sebelumnya ia hidup di dalam kandungan dengan nyaman dan tenang, ketika lahir ia harus beradaptasi. Perasaan kaget dan terkejut (shock) yang dirasakan pertama kali ditandai dengan menangis.Kemudian seorang bayi mengalami pertumbuhan dan berkembangan selama masa pengasuhan, pemeliharaan dan bimbingan dari orangtuanya. Si anak akan belajar untuk mengembangkan keterampilan motorik, dengan merangkak, berdiri, berjalan, melompat dan berlari. Kegiatan yang cukup menyenangkan bagi anak ialah masa bermain-main. Dengan bermain anak dapat mengembangkan keterampilan motorik, kecerdasan, inisiatif, imajinasi, kreativitas, bakat, kemampuan sosialisasi. Bermain adalah sarana proses pembelajaran diri yang diperoleh melalui interaksi dengan lingkung fisik maupun lingkungan sosial disekitarnya. Selain itu, ciri yang lebih spesifik pada masa anak dibawah tiga tahun adalah kelekatan emosi dengan orangtua, takut berpisah dengan orang tua, biasanya suka membuat cerita yang tidak masuk akal, dan egosentris.

3. Masa Anak-anak Awal (Early Childhood Early Childhood Childhood) 

Secara kronologi usia periode ini dialami oleh anak yang berada pada usia 4-5 tahun.Walaupun anak pada masa ini masih terikat dan memfokuskan diri pada orangtua atau keluarga, namun pada masa anak ini, ditandai dengan kemandirian, kemampuan kontrol fisik (self control) dan hasrat untuk memperluas pergaulan dengan anak-anak yang sebaya. Per gaulan yang makin luas ini akan mengurangi sifat egosentrisme, mengurangi sifat yang tidak mungkin, kelekatan dengan orang tua ber kurang, karena dalam masa pergaulan itu masing-masing anak saling mengkritik, mencela, mengejek, mungkin terjadi konflik, pertengkaran yang kemudian diikuti dengan proses pembuatan kompromi, adaptasi norma norma yang berlaku. Proses ini ditandai dengan kegiatan bermain baik sendiri maupun dengan kelompok teman sebaya.


4. Masa Anak Tengah Anak Tengah Anak Tengah (Middle Childhood)

  Masa ini dialami oleh anak yang berumur kira-kira 7-9 tahun.Pada masa ini kehidupan anak-anak tengah diwarnai dengan kekompakan kelompok teman sebaya yang berkelamin sejenis. Masa ini menurut pandangan Erik erikson menyebutkan masa anak-anak tengah sebagai masa industri. Anak-anak mulai mengembangkan kepribadian seperti pembentuk an konsep diri fisik, sosial dan akademis. Masa ini dapat dikatakan juga sebagai masa pengembangan potensi intelektual maupun sosialisasi.

5. Masa Anak Akhir Anak Akhir Anak Akhir (Late Childhood) 

  Para ahli menyebutnya sebagai masa anak-anak yaitu pada usia 10- 12tahun.Pada masa ini anak sudah memiliki rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Menurut Piaget, anak-anak terus mengembangkan kapasitas intelektual di bangku pendidikan formal yakni sekolah dasar. Tak kalah pentingnya ialah meningkatnya aktivitas yang banyak menyita energi fisik, akibat pertumbuhannya yang mendekati masa proses kematangan yakni masa remaja. Karakteristik anak pada usia ini antara lain: (1) Perkembangan perasaan intelek, contoh: menyelesaikan soal-soal matematika, (2) Pe rasaan seksual, contoh: mulai tertarik pada lawan jenis, (3) Perasaan ke agamaan, contoh: melakukan perbuatan baik, (3) Rasa sosial, contoh: solidaritas dengan teman sebaya, (4) Perkembangan kemauan, contoh: melakukan kritik sederhana.