Saat bayi baru lahir, ada beberapa prosedur yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan. Salah satunya adalah mengobservasi frekuensi BAB dan BAK bayi. Dalam 24 jam pertama sebaiknya bayi sudah BAB dan BAK, jika tidak mereka akan melakukan serangkaian test lanjutan untuk kelangsungan kesehatan bayi. Nah,,berikut ini beberapa info terkait frekuensi BAB dan BAK bayi baru lahir.
Berapa Jam Bayi Baru Lahir Untuk Buang Air Kecil Dan Buang Air Besar ?
Di bawah ini merupakan gambaran bagaimana pola BAB dan BAK bayi baru lahir:
1. Frekuensi dan konsistensi BAB
Dimulai dari hari pertama kehidupan dan berlangsung selama beberapa hari, bayi akan mengalami BAB pertamanya, yang sering disebut sebagai mekonium. Zat hitam tebal atau hijau gelap ini mengisi ususnya sebelum lahir, dan begitu mekonium keluar, tinja akan berubah menjadi kuning kehijauan. Bayi yang disusui akan memiliki feses menyerupai sawi muda dengan campuran partikel seperti biji. Sampai si kecil mulai mengonsumsi makanan padat, tinja dapat bertekstur sangat lunak hingga encer dan berair. Jika ia diberi susu formula, tinjanya akan berwarna cokelat atau kuning. Teksturnya akan lebih padat dibanding pup bayi ASI, tetapi tidak sepadat selai kacang.
Tentang frekuensi BAB, bayi ASI cenderung lebih sering buang air besar pada hari-hari awal kelahirannya. Tetapi ada juga bayi ASI yang jarang BAB, keduanya normal. Kondisi tersebut terjadi karena ASI yang mengandung kolostrum berperan sebagai zat pencahar alami yang baik bagi si kecil.
• Tinja pertama berwarna hijau kehitaman
Tinja berwarna hijau kehitaman biasanya terjadi 1-3 hari setelah anak dilahirkan. Walaupun warnanya agak “mengkhawatirkan” ini sepenuhnya normal. Tinja hijau kehitaman ini dikenal dengan mekonium, umumnya terdiri dari cairan ketuban dan lendir yang tertelan bayi ketika masih di dalam kandungan. Ketika bayi sudah mengeluarkan mekoniun itu tanda usus bayi sudah mampu bekerja dengan baik.
• Warna tinja menjadi indikator kesehatannya
Pada bayi baru lahir, warna BAB bisa digunakan sebagai indikator kesehatan bayi. Normalnya bayi akan memiliki kotoran berwarna hijau kehitaman saat baru lahir. Selanjutnya setelah hari ketiga warna mekonium berangsur menjadi hijau kecokelatan. Lalu, akan berubah menjadi kuning atau kuning gelap.
Beberapa warna BAB yang mengindikasikan ada masalah pada bayi, dia antaranya merah, putih pucat, hitam, abu-abu, dan hijau muda.
2. Frekuensi BAK
Bayi sehat memiliki urine berwarna jernih, kuning terang, hingga kuning tua. Semakin gelap warna urine, bisa menandakan kurangnya asupan cairan dalam tubuh.
Frekuensi BAK pada bayi baru lahir adalah setiap 1-3 jam sekali atau 4-6 kali sehari. Namun jika anak mengalami demam, sakit atau cuaca sedang sangat panas, frekuensi BAK biasanya turun hampir setengahnya.
• Bercak merah muda pada urine
yang menemukan noda warna merah muda pada popok, sebenarnya berasal dari urine yang sangat pekat dan menandakan anak kekurangan cairan. Untuk mengatasinya GenBest bisa memberikan si kecil ASI yang cukup.
Namun bila ada bercak darah pada urine bayi, sebaiknya GenBest mengonsultasikan hal ini pada dokter. Belum tentu masalah serius, karena bercak darah itu bisa berasal dari luka kecil akibat ruam popok, tetapi akan lebih baik bila dipastikan oleh dokter.
Nah ibu untuk frekuensi Buang Air Besar dan Buang Air Kecil sudah pada tau ya, maka perhatikan untuk frekuensi BAB dan BAK.