Merawat bayi lahir mungkin tidak mudah bagi para orangtua baru. Ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan saat anda merawat bayi baru lahir (new born). Seperti menyentuh bayi dengan tangan kotor, menggendong bayi dengan asal, tehnik menggendong bayi dan tehnik pemberian ASI.
Apa Saja Larangan Untuk Bayi Baru Lahir
Merawat bayi
yang baru lahir mungkin tidak mudah bagi para orangtua, apalagi bagi orang tua
baru dan berikut apa saja larangan untuk merawat bayi baru lahir :
1. Menyentuh dengan tangan kotor
Jangan menyentuh bayi baru lahir dengan tangan yang belum dibersihkan ya Bun. Cuci tangan atau gunakan pembersih tangan sebelum memegang bayi. Itu karena bayi baru lahir belum punya sistem kekebalan tubuh yang kuat, sehingga berisiko terinfeksi. Pastikan juga orang lain yang menyentuh bayi, tangannya bersih.
2. Mengendong bayi dengan asal
Jangan mengendong bayi dengan asal. Pastikan ketika menopang kepala dan leher saat menggendong bayi dan dukung kepala saat menggendong bayi dalam posisi tegak atau saat meletakkan bayi.
3. Jangan goyangkan bayi
Jangan pernah menggoyangkan bayi yang baru lahir , baik sekadar untuk mengajaknya bermain atau karena ingin menenangkannya. Menggoyangkan bisa menyebabkan pendarahan di otak hingga kematian.
Jika ibu ingin membangunkannya, jangan pula menggoyangkan. Sebagai gantinya, ibu bisa mengelitiki kaki bayi atau meniup dengan lembut di pipinya.
4. Keamanan
Jangan letakkan bayi yang tidak terjaga keamanannya. Pastikan bayi terpasang erat pada gendongan, kereta dorong atau kursi mobil. Batasi aktivitas apa pun yang bisa terlalu kasar atau bergoyang. Ingat ya Bun bahwa bayi baru lahir belum bisa bermain kasar, seperti berlutut atau dilempar ke udara.Selain hal itu, ada beberapa pantangan lain yang sebaiknya tidak dilakukan orangtua terhadap bayi baru lahir, seperti:
5. Jangan Memberi susu sapi
Dikutip dari Hello Motherhood, jangan memberikan susu sapi untuk bayi baru lahir atau kurang dari 12 bulan. Bayi baru lahir juga tidak boleh minum susu rendah lemak, almond, kedelai atau beras. Beri bayi air susu ibu (ASI) atau susu formula yang disetujui FDA. ASI merupakan makanan terbaik bayi, tapi susu formula juga bisa menyediakan vitamin dan mineral penting. Ibu harus memastikan bahwa puting atau botol yang digunakan harus bersih. Gunakan air steril ketika menyiapkan susu formula untuk bayi. Beri bayi susu setidaknya setiap 2 hingga 3 jam sekali dan jangan biarkan bayi tidur tanpa menyusu lebih dahulu.
6. Posisi tidur
Jangan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap saat tidur. Untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi, biarkan bayi tidur terlentang ya Bun. Selain itu, jangan biarkan bayi tidur dengan boneka, mainan, bantal atau benda lunak lainnya. Selain itu, jangan kenakan pakaian berat atau selimut ketika bayi tidur. Pilih piyama yang ringan dan pertahankan suhu yang nyaman di ruangan agar bayi tidak kepanasan dan tidur nyenyak.
7. Perhatikan Penggunaan popok
Jangan biarkan bayi menggunakan popok sekali pakai terus menerus dalam jangka waktu lama, karena bisa menyebabkan ruam di bagian selangkangannya. Ganti penggunaan popok sekali pakai dengan popok kain. Sebaiknya gunakan popok sekali pakai ketika sedang bepergian dan popok kain saat di rumah. Selain itu, ganti popok sesering dan segera mungkin setelah bayi buang air.
8. Sarung tangan dan kaos kaki
Jika tujuan menggunakan sarung tangan pada bayi untuk mencegah supaya kulitnya tidak tergores kuku, tidak mengapa. Namun sebaiknya jangan biarkan bayi mengenakan sarung tangan dan kaos kaki sepanjang hari. Itu karena sarung tangan dan kaos kaki bisa membatasi ruang eksplorasi bayi. Tanpa sarung tangan dan kaos kaki, buah hati bisa lebih mengembangkan kemampuan jari, tangan dan kakinya dengan baik.
9. Minyak Penghangat dan Bedak
Banyak orangtua yang senang mengoleskan minyak penghangat kepada bayi baru lahir setelah mandi. Padahal kulit bayi baru lahir masih sangat sensitif , sehingga dikhawatirkan justru bisa membuatnya teriritasi. Karena itu, penggunaannya sebaiknya diberikan setelah usia bayi dirasa cukup. Selain minyak penghangat, bedak tabur juga kerap dibalurkan kepada bayi baru lahir. Bagi bayi yang punya kulit rentan, bisa berisko teriritasi atau menimbulkan ruam hingga meracuni pernapasannya. Jurnal Ikatan Dokter Anak Amerika (AAP) dengan judul Baby Powder - A Hazard oleh Howard C Mofenson dkk menyebutkan bahwa kandungan zinc dan talc dalam bedak tabur bisa meracuni pernapasan bayi jika terhirup. Untuk para orang tua sudah mengetahui apa saja larangan bayi baru lahir, semoga bermanfaat.