14 Des 2021, 11:00

Merawat bayi baru lahir menjadi tantangan bagi orangtua, terutama yang pertama memiliki bayi dan merawat bayi baru lahir identik dengan kelelahan sepanjang hari. Tidak jarang, banyak orang tua dilanda tekanan berlebih. Terlebih bila baru memiliki anak yang pertama. Untuk itu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana orang tua mengelola tekanan yang ada. Berikut akan dibahas mengenai perawatan-perawatan wajib bayi baru lahir.

Perawatan Bayi Baru Lahir 


Merawat bayi baru lahir menjadi tantangan bagi orangtua, terutama yang pertama memiliki bayi dan merawat bayi baru lahir identik dengan kelelahan sepanjang hari. Tidak jarang, banyak orang tua dilanda tekanan berlebih. Terlebih bila baru memiliki anak yang pertama. Untuk itu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana orang tua mengelola tekanan yang ada.

Tujuan perawatan bayi baru lahir :

1. Mempertahankan kebersihan dan kesehatan bayi

2. Mempertahankan kehangatan dan mencegah suhu bayi turun

3. Memastikan keamanan dan mencegah cedera atau infeksi

4. Mengidentifikasi masalah – masalah yang memerlukan perhatian segera

Nah Apa saja perawatan yuk simak 10 perawatan bayi baru lahir :

1. Belajar Menyusui

Menyusui hari-hari pertama tentu tidak bisa langsung sempurna. Pastikan saat baru lahir, bayi diperkenalkan dengan inisiasi menyusui dini. Apa itu inisiasi menyusui dini? Inisiasi menyusui dini adalah memberikan kesempatan pada bayi untuk mulai menyusu segera setelah bayi dilahirkan. Begitu lahir, bayi tidak dipisahkan, tetapi langsung diletakan di dada ibu untuk mulai terbiasa menyusui.

Kemudian yang juga selalu menjadi pertanyaan yakni seberapa sering bayi harus diberikan ASI. Pada dasarnya,  tidak ada aturan khusus berapa kali bayi bayi harus disusui. Akan tetapi bila dikira-kira, bayi butuh menyusu antara 8-12 kali sehari atau setiap 1-3 jam. Volume lambung bayi masih sangat kecil justru kurang memungkinkan bayi menyusu lebih sering dari itu.

2. Cara Menggendong Bayi

Hal pertama yang perlu dipelajari saat bayi baru lahir adalah cara menggendong yang tepat. Tubuh bayi saat masih berusia di bawah satu bulan masih sangat lunak. Oleh karenanya, tak boleh sembarangan menggendongnya. Pastikan kamu melakukan cara menggendong yang benar di bawah ini:

• Angkat bayi hingga setinggi bahu, kemudian letakkan kepalanya di bahu, sehingga pandangannya akan berada di belakang kepala ibu.

• Letakkan satu tangan diantara leher dan kepala bayi, untuk mencegah kepalanya mendongak secara tiba-tiba yang bisa berpotensi bahaya.

• Letakkan tangan ibu yang lain di bagian bawah tubuh bayi untuk menopangnya.

3. Perawatan tali pusat

Perawatan tali pusat untuk bayi baru lahir prinsipnya adalah Kering. Tali Pusat hanya dibiarkan kering saja, tidak diberikan alcohol dll. Jika tali pusat terkena air boleh ibu keringkan mengunakan kassa steril atau boleh membungkusnya memakai kassa steril.

4. Memandikan Bayi

Saat lahir, bayi belum perlu dimandikan. Bayi masih memiliki lapisan pelindung yang terlihat seperti lemak berwarna keputihan yang berfungsi untuk menjaga suhu bayi. Setelah 6 jam bayi dapat dilap dengan air hangat saja. Sebelum tali pusat lepas, bayi dapat dimandikan dengan kain lap atau spon. Setelah tali pusat lepas bayi dapat dimandikan dengan dimasukkan ke dalam air, hati-hati kepala terendam dalam air. Gunakan air hangat-hangat kuku, sabun dan sampo khusus bayi. Sebaiknya tidak memandikan bayi terlalu pagi maupun terlalu sore. Saat melakukan perawatan kulit bayi, prinsipnya menggunakan seminimal mungkin zat-zat yang berkontak dengan kulit, karena kulit bayi masih sangat sensitif.

5. Membersihkan mata, telinga dan hidung bayi

Mata dapat dibersihkan dengan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat, mulai dari arah hidung ke luar. Jika ditemukan tanda-tanda infeksi pada mata seperti bengkak, merah, mengeluarkan nanah segera bawa ke dokter. Kotoran telinga tidak perlu dibersihkan secara rutin dengan mengorek liang telinga karena akan keluar sendiri ketika sudah cukup besar dan lunak saat bayi menangis. Lubang hidung bayi juga tidak perlu dibersihkan secara khusus, cukup mengelapnya saat mandi.

6. Menjemur Bayi

Saat bayi baru lahir ialah menjemurnya di bawah matahari  jam 9 pagi. Menjemur bayi pada waktu tersebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, karena matahari pagi memiliki kandungan spektrum sinar biru dan vitamin D alami yang dapat membantu dalam mengurangi kadar bilirubin dalam darah bayi serta membantu pembentukan tulangnya yang masih lemah.

7. Rajin Mengganti Popok

Gantilah popok bayi setiap kali basah. Bersihkan terlebih dahulu daerah bayi yang terkena buang air kecil dengan air bersih dan keringkan menggunakan handuk kecil atau tisu. Setelah kering, beri bedak khusus pada daerah lipatan paha dan belakang agar terhindar dari kulit lecet.

8. Pola buang air besar (BAB) dan buang air kecil bayi (BAK)

Bayi normal akan BAK dalam 24 jam pertama dan BAB paling telat dalam 48 jam pertama. Jika ini tidak terjadi, bayi perlu diperiksa lebih lanjut. Selanjutnya bayi akan BAK 5-6 kali per hari dan BAB 3-4 kali per hari. Warna BAK yang baik adalah jernih tidak berwarna pekat, sedangkan warna BAB akan berubah dari warna hitam pekat, menjadi hijau dan akhirnya berwarna kekuningan pada sekitar usia 5 hari. Jika tidak terjadi perubahan warna BAB, harus dilakukan evaluasi kecukupan asupan ASI. Jika ibu menemukan darah pada kemaluan bayi perempuan saat awal-awal kelahiran, ibu tidak perlu khawatir, karena hal itu disebabkan bayi masih dipengaruhi hormon ibu. Keadaan tersebut masih dianggap normal.

9. Mengenali isyarat lapar bayi

Bayi lapar akan menunjukkan tanda-tanda seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menggemgam tangan, mengeluarkan suarh seperti mengecap-ngecap, ah uh ah. Jangan tunggu bayi menangis baru menyusuinya. Berikan ASI sesuai kemauan bayi, jangan dijadwal. Normalnya bayi akan menetek selama 5-30 menit, jika diluar itu, evaluasi proses menyusui. Jika ibu terpisah dengan bayi, lakukan pemerahan ASI dan berikan ASI menggunakan sendok atau cangkir agar ketika ibu sudah bersama bayi lagi, bayi tetap dapat menetek dengan ibu.

10. Pola Tidur Bayi

Dalam sehari bayi dapat tidur sampai total 20 jam, yang terpecah dalam periode-periode tidur 20 menit hingga 4 jam. Usahakan kamar bersuhu sejuk, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, dan mendapat cahaya serta ventilasi cukup. Posisi tidur yang dianjurkan adalah posisi terlentang karena dapat mencegah terjadinya sindrom kematian mendadak bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS). Tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan alas yang rata dan tidak terlalu lembut. Hindari menggunakan benda-benda yang dapat menutupi kepala bayi.

Nah, berikut reperensi untuk perawatan bayi baru lahir. Semoga bermanfaat