Persalinan identik dengan rasa tidak nyaman dan rasa sakit..apakah memang seperti itu? Sekarang ini, ibu hamil dapat memilih untuk peluang-peluang persalinan yang nyaman dan lancar..Banyak pilihan yang sekarang ditawarkan untuk menghadirkan persalinan yang nyaman dan lancar. Diantaranya tehnik-tehnik yang dapat dilakukan selama masa kehamilan sampai persalinan.
15 TIPS MELAHIRKAN NORMAL DAN TIDAK SAKIT
Kehamilan dengan selama 9 bulan, tentunya dapat ibu isi dengan hal-hal positif yang dapat memperlancar proses persalinan nantinya. Banyak hal yang ibu bisa lakukan untuk mendapatkan persalinan yang normal dan tanpa rasa sakit. Para ibu biasanya mendambakan bersalin normal tanpa jahitan, tentunya setiap hasil selalu dibarengi juga dengan proses. Dalam ber proses, ibu hamil dianjurkan untuk berusaha dan latihan. Berikut beberapa tips yang dapat ibu hamil lakukan untuk mendapatkan persalinan normal dan tidak sakit :
1. Senam hamil atau yoga prental
Kapan saatnya ibu hamil mulai mengikuti kelas prenatal ? saat menginjak 20 minggu usia kehamilan, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengikuti kelas yoga prenatal secara teratur. Selain untuk mempersiapkan persalinan, latihan yoga akan membuat tubuh dan otot-otot semakin rileks dan mengurangi ketidaknyamanan fisik selama hamil. Gerakan yoga prenatal yang diajarkan biasanya bertujuan untuk melenturkan otot daerah rahim, memperkuat otot-otot dasar panggul (pelvic), ibu hamil juga dapat melakukan diskusi seputar kehamilan dan persalinan, mempelajari simulasi proses kelahiran, dan mengetahui teips untuk membantu kontraksi rahim agar lebih efektif serta membantu proses melahirkan agar persalinan lancar.
2. Rutin jalan kaki
Selain memperkuat tungkai ibu, jalan kaki juga dapat membuat ibu menikmati udara sejuk dan pemandangan menarik di pagi hari. Jadi ini dapat menjadi runtinitas yang menarik ya bu..
3. Posisi jongkok
Saat berjongkok, usahakan agar tulang punggung ibu tetap lurus dan kedua paha di buka dengan lebar, pastikan juga arah telapak kaki ibu mengarah keluar saat jongkok. Posisi ini membantu membuka panggul dan meningkatkan tekanan pada bagian bawah perut sehingga kepala janin terdorong ke luar. Jika ibu sering melakukan latihan ini, niscaya ibu dapat terhindar dari panggul sempit dan persalinan yang panjang.
4. Kuasai tehnik nafas
Tehnik nafas biasanya diajarkan di kelas-kelas yoga prenatal. Banyak hal positif yang akan ibu dapatkan saat ibu dapat menguasai tehnik nafas, diantaranya adalah tehnik nafas mengurangi ketegangan otot-otot tubuh yang membuat ibu semakin rileks dan tubuh terasa lebih ringan, tubuh ibu dan bayi juga tidak akan kekurangan oksigen, mengurangi resiko bayi stress didalam kandungan, membuat nafas ibu semakin nyaman dan tidak ngosngosan di kehamilan yang besar. Pada saat menghadapi proses persalinan ibu juga semakin tenang dan fokus saat mengedan.
5. Latihan kegel
Pada masa kehamilan ibu perlu untuk melatih otot-otot dasar panggul, untuk menjaga elastisitas organ Rahim, kandung kemih dan usus. Beberapa ibu hamil tua juga mengalami susah menahan air seni saat akan ke kamar mandi, sehingga sering terjadi kebocoran sebelum ibu benar-benar sudah dikamar mandi. Nah, hal ini bisa dicegah dengan rutin latihan kegel. Caranya Tarik nafas, kerutkan otot vagina seperti menahan buang air kecil, selanjutkan kerutkan juga otot anus seperti menahan buang air besar. Kemudian tahan beberapa saat, 10-30 detik, setelah itu rilekskan dan istirahat beberapa menit. Lakukan lagi pengulangan beberapa kali.
6. Berhubungan dengan suami
Berhubungan dengan suami di akhir-akhir masa kehamilan dapat menstimulasi hormone oksitosin untuk merangsang kontraksi. Prostaglandin pada sperma dapat membantu melenturkan dan melebarkan mulut serviks. Namun yang perlu ibu hamil perhatikan posisi saat berhubungan. Ibu hamil sebaiknya memilih posisi berhubungan yang nyaman dan aman, ibu hamil bisa memilih posisi woman on top.
7. Pijat ibu hamil
Pijat ibu hamil dapat membantu meredakan sakit punggung yang dialami oleh ibu hamil. Otot-otot yang sudah di pijat biasanya akan lebih kenyal dan elastis. Pada saat proses persalinan otot akan semakin lebih cepat rileks dan membuat ibu semakin mudah beristirahat disela-sela kontraksi.
8. Pijat perineum
Ibu hamil dapat melakukan pijat perineum mulai dari usia 34 minggu. Mulailah lakukan pemijatan di daerah perineum (daerah diatara vagina dan anus) dengan menggunakan minyak vco (virgin coconat oil). Pemijatan ini berfungsi untuk membuat perineum lebih elastis dan mencegah robekan pada jalan lahir dan perineum. Jadi pada saat lahiran nanti, kepala bayi lebih mudah untuk keluar dengan lancar.
9. Bergerak aktif
Bergerak aktif merupakan salah satu kunci untuk menghadirkan persalinan normal. Dengan tetap bergerak aktif selama kehamilan akan menghindarkan ibu hamil dari intervensi persalinan yang tidak perlu. Biasanya juga bila ibu hamil bergerak aktif, proses persalinan akan berlangsung dengan cepat.
10. Rileksasi dan hipnosis
Rileksasi hypnosis dapat membantu ibu hamil dalam mengurangi tingkat kecemasan dan ketakutan pada saat hamil dan bersalin. Tehnik ini merupakan terapi dengan rileksasi mendalam atau dalam keadaan trance, sama seperti dengan yang kita alami selama meditasi. Afirmasi dan sugesti yang positif yang didapatkan membuat ibu hamil semakin rileks dan tenang, sehingga ibu hamil bisa jauh lebih nyaman dan rileks dalam menghadapi proses persalinan.
11. Duduk tegak
Postur tubuh ibu hamil juga menentukan optimalisasi posisi janin. Usahakan ibu hamil saat duduk, selalu tegak dalam arti tulang punggung lurus. Ibu hamil dapat duduk bersandar di dinding atau di kursi dengan sandaran yang lurus. Latihan lain yang dapat ibu hamil lakukan adalah, berjalan dengan posisi tulang belakang yang lurus, hal ini sangat membantu optimalisasi penurunan kepala bayi di dalam panggul saat proses persalinan. Jika posisi bayi juga optimal, proses bersalin akan berjalan dengan cepat dan lancar.
12. Doula atau pendamping persalinan
Ibu hamil yang akan bersalin cenderung terhindar dari intervensi dan obat penghilang rasa nyeri, jika memiliki pendamping atau doula yang dapat memberikan dukungan, menambah kepercayaan diri dan keyakinan ibu bersalin. Tugas doula mendukung ibu bersalin untuk mendapatkan kenyamanan, seperti posisi bersalin, tehnik untuk mempercepat proses persalinan maupun memberikan kedekatan psikologis pada ibu bersalin.
13. Berpikir positif
Afirmasi positif yang diperkuat dengan niat dan keyakinan membuat ibu hamil dapat tetap berpikir positif menjalani proses persalinan. Percaya pada kekuatan pikiran dan fokus terhadap kontraksi.
14. Berendam di air hangat
Berendam di air hangat membuat ibu hamil semakin rileks, merangsang pengeluaran hormone oksitosin yang membantu proses pelunakan dan pelebaran serviks. Selain itu berendam juga dapat mengurangi nyeri kontraksi selama proses persalinan.
15. Stimulasi putting susu
Stimulasi putting susu membantu ibu hamil melahirkan lancar. Rangsangan putting susu dapat meningkatkan produksi hormone oksitosin. Hormone oksitosin merangsang kontraksi rahim dan mempercepat proses persalinan.
Nah, dari 15 tips diatas, kira-kira ibu sudah lakukan yang mana kah ?