Orang yang sudah lanjut usianya dianggap wajar jika sering lupa sesuatu atau pikun. Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak seseorang untuk berpikir dan mengingat memang dapat menurun. Tapi, pikun pada lansia sebaiknya jangan dimaklumi, karena kondisi ini masih bisa dicegah dengan beberapa cara.
Tips Mencegah Pikun saat Lansia
Orang yang sudah lanjut usianya dianggap wajar jika sering lupa sesuatu atau pikun. Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak seseorang untuk berpikir dan mengingat memang dapat menurun. Tapi, pikun pada lansia sebaiknya jangan dimaklumi, karena kondisi ini masih bisa dicegah dengan beberapa cara.
Walaupun banyak orang lansia yang mengalaminya, tapi demensia atau pikun bukanlah proses yang normal dari penuaan. Pikun merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu. Ciri-ciri orang yang mengalami pikun adalah berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan memahami sesuatu, serta menurunnya kecerdasan mental.
Jika pikun dimaklumi dan dibiarkan saja, maka kemampuan otak orang tersebut akan semakin melemah dan berisiko mengalami alzheimer, yang ditandai dengan kehilangan memori, kesulitan berpikir dan memecahkan masalah, bahkan kesulitan berbahasa. Selain itu, orangtua yang pikun biasanya juga akan mengalami depresi, sering marah-marah, kesulitan bersosialisasi, bahkan bisa berhalusinasi. Ia pun jadi tidak mampu hidup sendiri dan bergantung pada bantuan orang lain.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 76 persen kasus penurunan kemampuan otak dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Jadi, untuk mencegah pikun, orangtua yang sudah berumur 60 tahun ke atas dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Berikut cara mengurangi pikun pada lansia :
Bagaimana Cara Mengurangi Pikun Pada Lansia
1. Obat-obatan
Lansia yang mengalami pikun mungkin saja diresepkan sejumlah obat-obatan oleh dokter yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi otak dan memperbaiki mental. Obat pikun yang umum diberikan antara lain:
• Donezepil
• Galantamine
• Memantine
• Rivastigmin
2. Terapi kognitif
Lansia penderita pikun juga dapat menjalani terapi kognitif sebagai cara mengatasi pikun yang ia alami. Adalah cognitive stimulation therapy (CST), yaitu sebuah psikoterapi yang ditujukan untuk meningkatkan kembali fungsi kognitif dan kemampuan berinteraksi lansia dengan sekitar.Metode CST umumnya meliputi:
• Bermain musik
• Melukis
• Memasak
• Bermain teka-teki
3. Perawatan paliatif
Pada kasus pikun yang sudah sangat parah dan kecil kemungkinan untuk sembuh, penderita mungkin akan diberikan terapi paliatif. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus meringankan gejala-gejala fisik yang mungkin timbul seperti sakit kepala dan sebagainya.Lansia penderita pikun akan diminta dan dibimbing untuk menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga ringan, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup. Ia juga diminta untuk tetap menjalin interaksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga dan teman.